Jumat, 30 Maret 2012

Inilah Makanan yang Bagus Untuk Jangkrik

Inilah Makanan yang Bagus Untuk Jangkrik

Budidaya jangkrik merupakan salah satu dari sekian banyak jenis usaha yang cukup menggiurkan. Bagaimana tidak, dengan modal yang terbilang kecil, anda bisa meraup keuntungan yang lumayan banyak, dan pastinya bisa belangsung secara kontinyu, sebab seperti yang anda ketahui permintaan jangkrik akan selalu terus ada. Karena jangkrik merupakan salah satu makanan pokok burung peliharaan atau burung berkicau. Bisa di bilang selama masih ada orang yang memelihara burung maka budidaya jangkrik masih mempunyai prospek yang cerah.

Dengan permintaan yang kontinyu dan potensi keuntungan yang melimpah (dengan catatan, jangkrik yang diternak sehat dan mampu tumbuh serta berkembang dengan baik) ini maka tidak heran jika saat ini banyak masyarakat melirik jenis usaha ini.

Makanan yang Bagus Untuk Jangkrik
Makanan yang bagus untuk ternak jangkrik


Nah seperti judul di atas, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai makanan apa saja yang ideal untuk hewan ini, agar bisa berkembang dengan cepat dan terhindar dari kematian.  

Makanan buat jangkrik

Dalam membuat jangkrik sehat, ada baiknya anda memperhatikan jenis pakan yang diberikan. Terlebih bagi jangkrik yang masih kecil dan baru ditetaskan. Kualitas pakan jangkrik memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mempercepat masa panen. Jangkrik sendiri umumnya dapat dipanen setelah memasuki usia dua puluh delapan hari hingga tiga puluh hari. 

Masa panen tersebut bisa dipercepat jika anda mampu merawat jangkrik dengan baik. Tidak tanggung- tanggung, anda bahkan bisa memanen jangkrik hanya dalam waktu singkat yakni 22 hingga 25 hari saja. Lantas jenis makanan apa saja yang dapat digunakan untuk mempercepat masa panen? Berikut ulasannya.

  • Konsentrat ayam

Konsentrat ayam atau voor merupakan salah satu jenis makanan ternak yang baik pula diberikan pada jangkrik. Dalam hal ini ada baiknya anda menggunakan jenis voorphokpan 511 yang dihaluskan terlebih dahulu. Penghalusan Voor berguna dalam mempermudah pencernaan.

Voor sendiri mengandung sejumlah gizi yang baik dikonsumsi oleh hewan ternak. Jika dilihat dari harganya, voor terjangkau oleh kantong karena cukup murah. Bukan hanya murah, namun Voor juga bisa ditemukan di toko pakan dengan mudah. Tidak heran mengingat ada banyak peternak yang membutuhkannya.

Bagi anda yang ingin menggunakan jenis konsentrat yang lainpun, hal ini tidak jadi masalah. Namun jika ingin menggunakan pelet ada baiknya anda mencampurnya dengan voor agar pelet menjadi lebih mudah dicerna. 

  • Sayuran

Makanan yang baik untuk jangkrik selanjutnya adalah sayuran. Sayuran untuk jangkrik bisa dipilih dari jenis sayur hijau berupa buah pepaya yang masih muda lalu diiris tipis- tipis. Sayuran untuk jangkrik juga bisa diambil dari daun ketela, gambas, sawi putih, daun pisang serta daun pepaya yang masih muda.

Pemberian sayuran bagi jangkrik dimaksudkan sebagai jenis makanan pendamping untuk pengganti minum. Dalam menyiapkan sayuran, sebaiknya pilih yang masih segar. 

Penyediaan sayuran sebaiknya dilakukan secara rutin mengingat habitat asli jangkrik yang biasanya hidup di alam bebas. Jangan lupa pula untuk membersihkan kandang dan mengganti sayuran, agar sayur tersebut tidak membusuk di dalamnya.

Beberapa makanan bagi jangkrik di atas merupakan jenis makanan yang tidak hanya menyehatkan melainkan juga mempercepat pertumbuhan jangkrik. Jika jangkrik tumbuh dengan baik, masa panen juga akan lebih cepat didapatkan. 

Hal penting lainnya adalah dengan memberikan pakan bagi jangkrik secara berkelanjutan dan tidak terputus. Jangkrik memiliki sifat kanibalisme yang harus anda waspadai. Ada baiknya pula anda memaksimalkan tempat persembunyian jangkrik di dalam kandang.

Senin, 16 Januari 2012

Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyakit pada Jangkrik

Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyakit pada Jangkrik


Meskipun terlihat mudah, berternak jangkrik tetap saja memiliki tantangan tersendiri. Layaknya makhluk hidup lain, jangkrik juga bisa terserang penyakit baik itu dari bakteri atau jamur. Indikasi jangkrik terkena penyakit antara lain kotoran yang berbau aneh (tidak biasa), mencret, jangkrik banyak yang mati dan bangkainya berair, serta jangkrik yang tidak selincah biasanya.

Umumnya penyakit jangkrik banyak menyerang jangkrik yang masih kecil. Jangkrik dewasa lebih jarang terkena penyakit. Penyakit – penyakit ini sering disebabkan oleh ventilasi kotak yang terlalu minim, terlalu banyak jangkrik dalam satu kotak, pemberian makanan yang salah, dan kebersihan kotak yang tidak diperhatikan sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak. Untuk mengatasi hal ini, berikut kami berikan cara mencegah dan mengendalikan penyakit pada jangkrik.

Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyakit pada Jangkrik
Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyakit pada Jangkrik

Cara mencegah dan mengendalikan penyakit pada jangkrik

1. Perhatikan kebersihan kotak penangkaran

Dalam beternak jangkrik, hal utama yang harus diperhatikan adalah kebersihan kotak penangkaran tempat jangkrik hidup. Jangan sampai ada sisa – sisa makanan yang sudah busuk atau kotoran jangkrik yang berserakan, karena ini adalah tempat yang cocok bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak dan menginfeksi jangkrik. 

Saat membersihkan, jangan gunakan penyemprot air karena bisa membuat kotak lembab dan menjadi tempat tumbuhnya jamur atau bakteri. Cukup punguti saja kotoran dan sisa makanan menggunakan cikrak atau alat lain lalu buang ke tempat sampah.

2. Beri ventilasi yang cukup pada kotak

Seperti manusia, jangkrik juga membutuhkan oksigen yang cukup untuk hidup. Oleh karena itu, beri ventilasi sebanyak mungkin pada kotak penangkaran agar sirkulasi udara berjalan lancar. Selain agar oksigen bisa masuk, ventilasi juga berguna untuk membuang hasil metabolisme tubuh jangkrik yang berupa uap air yang bisa menyebabkan penyakit bagi jangkrik jika terus terperangkap di dalam.

3. Perhatikan kapasitas jangkrik dalam kotak penangkaran

Perhatikan jumlah jangkrik yang ditampung dalam satu kotak. Sebaiknya jangan terlalu banyak karena udara di dalam akan semakin pengap karena uap air sisa – sisa metabolisme tubuh jangkrik yang menumpuk dan pada akhirnya menimbulkan penyakit pada jangkrik itu sendiri. 
Saat menentukan jumlah jangkrik dalam satu kotak ini perhatikan juga ketersediaan ventilasinya. Jika ventilasi terlalu sedikit maka jangan isi kotak tersebut dengan jangkrik yang terlalu banyak.

4. Perhatikan makanan jangkrik

Penyakit pada jangkrik juga sering disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Sayur – sayuran yang telah disemprot pestisida dan insektisida bisa sangat berbahaya bagi jangkrik karena tidak hanya menimbulkan penyakit tapi juga bisa langsung mematikan jangkrik. Sebaiknya beli sayur yang benar – benar fresh dan bebas dari dua racun pembasmi serangga dan jamur di atas.
Atau anda juga bisa memberi jangkrik dengan buah – buahan yang anda cari sendiri untuk memastikan kualitasnya benar – benar bagus dan masih murni. 

5. Pisahkan jangkrik yang sudah sakit dan yang masih sehat

Jika anda mendapati ada jangkrik yang sakit di dalam kotak penangkaran, sebaiknya segera ambil jangkrik – jangkrik tersebut dan tempatkan di kotak lain. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penularan penyakit pada jangkrik – jangkrik yang masih sehat. 

Selain itu jika ada jangkrik yang sudah mati sebaiknya segera buang karena bangkai jangkrik berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur yang bisa menginfeksi jangkrik lain.

Itulah cara mengendalikan dan mencegah penyakit pada jangkrik. Semoga bermanfaat.


Jumat, 09 September 2011

Analisa Usaha Ternak Jangkrik Serta Sasaran Pemasarannya

Analisa Usaha Ternak Jangkrik Serta Sasaran Pemasarannya


Sekarang ini jangkrik sudah semakin populer di kalangan kicau mania (pecinta burung kicau). Hal ini tak lepas dari fakta bahwa jangkrik sangat bermanfaat bagi burung. Hal ini dikarenakan jangkrik mengandung banyak protein yang dibutuhkan burung untuk tumbuh. Dengan diberi makan jangkrik, burung menjadi sehat dan kebal terhadap serangan penyakit. Tidak hanya itu, burung juga akan lebih sering berkicau, kicauannya pun semakin nyaring dan merdu.

Melihat fakta ini, ada satu peluang usaha yang dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan keuntungan. Apalagi kalau bukan usaha ternak jangkrik. Memang usaha jangkrik ini belum terdengar populer di kalangan orang awam, namun prospek usaha ternak jangkrik cukup menjanjikan dengan modal yang tak sebarapa bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Analisa Usaha Ternak Jangkrik Serta Sasaran Pemasarannya
Analisa Usaha Ternak Jangkrik Serta Sasaran Pemasarannya

Analisa usaha ternak jangkrik

Sekarang mari kita analisa tentang usaha ternak jangkrik ini. Pertama, tentu saja kebutuhan jangkrik yang semakin hari semakin banyak. Seperti yang kita tahu, pecinta burung dan pasar hewan selalu ada di setiap kota termasuk kota tempat Anda tinggal. Burung yang dipelihara juga selalu butuh makan setiap harinya. Oleh sebab itu, usaha ternak jangkrik tidak akan sepi pelanggan karena permintaannya tidak pernah berhenti (kecuali kicau mania berhenti memelihara burung).

Tidak hanya itu, jangkrik juga sering dipakai sebagai makanan hewan peliharaan lain. Diantaranya ikan hias seperti ikan louhan, ikan arwana, dan lain-lain, reptil seperti biawak, tokek, atau pun ular kecil. Selain itu jangkrik juga bisa digunakan sebagai bahan makanan tambahan bagi ikan ternak macam lele, bandeng, atau pun udang. Dengan begini, permintaan akan jangkrik di pasaran diperkirakan akan terus meningkat.

Selain langsung diberikan pada hewan peliharaan, jangkrik juga sering diolah menjadi tepung jangkrik agar lebih mudah dicerna hewan. Sekarang ini tentu sudah banyak usaha menengah kebawah yang mengolah jangkrik menjadi tepung jangkrik. Jika Anda beruntung, Anda bisa menjadi salah satu supplier mereka.

Dari permintaan pasar, kita beralih pada cara ternaknya. Ditinjau dari cara ternaknya, sebenarnya beternak jangkrik memiliki tantangan tersendiri. Anda harus sabar dan telaten agar ternak jangkrik terus berkembang. Anda juga harus menjaga kesehatan para jangkrik agar mereka tidak sakit dan mati. Perhatikan suhu kandang jangkrik, jangan terlalu kering namun juga jangan terlalu lembab.

Modal beternak jangkrik juga tidak terlalu banyak. Bahkan untuk kandang, Anda bisa membuatnya sendiri dari papan kayu dan kasa nyamuk. Untuk makanannya Anda bisa mencari daun – daunan kering dan buah – buahan. Dan starter jangkriknya sendiri Anda bisa mencarinya di alam liar seperti rawa, sawah, atau di tempat lain yang digunakan jangkrik untuk bersembunyi. Bagaimana? Cukup sedikit bukan modal yang diperlukan. Dalam beberapa bulan saja mungkin Anda sudah bisa balik modal dan meraup keuntungan dari usaha ini. Tergantung strategi Anda dalam memasarkannya saja. Berbicara tentang memasarkan, berikut kami juga akan sharing tentang pemasaran usaha ternak jangkrik.

Target pasar ternak jangkrik

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, memasarkan jangkrik tidaklah susah dikarenakan saat ini sudah banyak toko – toko penjual pakan hewan yang kemungkinan besar membutuhkan suplai jangkrik. Anda harus cermat dalam memanfaatkan hal ini.

Selain cara konvensional dengan datang ke toko, Anda juga bisa memanfaatkan teknologi dengan menjualnya secara online. Cara ini lebih efektif karena jangkauannya luas dan Anda tidak perlu beranjak dari rumah. Cukup sediakan jaringan internet yang aktif, Anda sudah bisa mempromosikan usaha Anda kepada para pengguna internet lain.

Kamis, 23 Juni 2011

Agar Sukses Beternak Jangkrik, Kenali Dulu Habitat dan Kehidupannya

Agar Sukses Beternak Jangkrik, Kenali Dulu Habitat dan Kehidupannya


Beternak jangkrik merupakan suatu bisnis yang menggoda karena prospeknya cukup menjanjikan. Namun pastinya, dalam menjalaninya, anda memerlukan keahlian dan ketelatenan tersendiri. Karena kunci keberhasilan beternak jangkrik ini adalah saat memelihara dan membudi dayakan jangkrik – jangkrik tersebut. Nah, sebelum beternak jangkrik, ada baiknya kita mengenal kehidupan jangkrik secara keseluruhan di alam liar.

Jangkrik adalah serangga yang termasuk bangsa Orthoptera dengan suku Gryllidae. Di Indonesia sendiri, terhitung lebih dari 123 jenis spesies jangkrik hidup di bumi Nusantara ini. Dan jangkrik yang diternak dan digunakan sebagai pakan hewan peliharaan adalah jangkrik jenis G. Testceus Walk dan G. Mitratus. Dua spesies ini lah yang kita kenal dengan jangkrik Jawa dan memiliki tubuh paling besar dari spesies jangkrik lain.

Jangkrik adalah hewan nokturnal. Yakni hewan yang beraktivitas di malam hari. Mulai dari mencari makan, berderik (bersuara nyaring), dan menarik lawan jenis. Di siang hari, jangkrik cenderung diam di lorongnya karena memang jangkrik tidak menyukai cahaya. Umumnya jangkrik tinggal di rawa – rawa atau tanah yang lembab, walaupun ada juga yang ditemukan di sela – sela kasur atau pakaian. Mereka membuat lubang di tanah sebagai tempat untuk bersembunyi dari para predator mereka seperti burung, ayam, kadal, katak, dan lain – lain.

Agar Sukses Beternak Jangkrik, Kenali Dulu Habitat dan Kehidupannya
Agar Sukses Beternak Jangkrik, Kenali Dulu Habitat dan Kehidupannya

Makanan jangkrik adalah tumbuh – tumbuhan, dedaunan kering, dan buah yang sudah busuk. Mereka juga sering memakan serangga yang ukurannya lebih kecil. Karena jangkrik merupakan hewan nokturnal dan lebih sering beraktivitas di malam hari, maka saat beternak jangkrik disarankan untuk meletakkannya di tempat yang gelap. Usahakan untuk meminimalisir masuknya cahaya dari sumber manapun. Hal ini akan membuat jangkrik lebih aktif bergerak dan tentunya lebih sehat.

Tidak seperti hewan pada umumnya, umur jangkrik sangatlah pendek. Jangkrik jantan hanya dapat mencapai batas usia maksimal 80 hari. Itu pun sangat jarang karena umumnya jangkrik akan mati karena penyakit atau kalah ketika berduel antar sesamanya. Sedangkan untuk jangkrik betina, mereka bisa mencapai umur 108 hari dan akan mati setelah bertelur.

Setelah menetas, jangkrik akan mengalami serangkaian metamorfosis tidak sempurna. Bayi jangkrik yang baru menetas berbentuk nimfa, setelah itu nimfa akan langsung menjadi jangkrik dewasa. Prosesnya juga cukup cepat mengingat usia jangkrik yang tidak terlalu panjang.

Berbicara tentang perkembang biakkan jangkrik, berikut kami berikan sedikit informasi tentang perkembangan proses bertelur hingga jangkrik dewasa.

Proses jangkrik betina bertelur


Jangkrik betina yang sudah dibuahi oleh pejantan akan bertelur pada beberapa hari berikutnya. Jangkrik betina akan menanamkan telur – telurnya di dalam tanah. Setiap indukan jangkrik bisa menghasilkan hingga 400 butir telur. Telur – telur ini sangatlah kuat, bahkan tidak akan pecah ketika ditekan dengan tangan manusia. Telur jangkrik baru akan pecah jika ditusuk dengan benda tajam. Oleh karena itu, anda tidak perlu khawatir telur akan rusak saat membudidayakan jangkrik nantinya. Telur jangkrik akan menetas setelah 24 hari masa inkubasi. Selama itu, anda perlu memperhatikan tingkat kelembaban tanahnya.

Perkembangan jangkrik


Setelah jangkrik menetas, bentuk awalnya adalah serangga kecil yang kita sebut dengan nimfa. Anda perlu memberi makan nimfa-nimfa ini dengan sayuran, terutama wortel. Mereka akan mengalami 7-8 kali pergantian kulit setelah itu mereka akan langsung berubah menjadi jangkrik dewasa. Jangkrik dewasa baru bisa dikawinkan setelah 9-15 hari terhitung sejak pergantian kulit terakhir dari nimfa. Biasanya jangkrik akan mati setelah dikawinkan.


Sabtu, 14 Mei 2011

Perbedaan Tepung Jangkrik Murni dan Bukan

Perbedaan Tepung Jangkrik Murni dan Bukan


Seiring zaman yang semakin maju, segalanya kini sudah dipermudah. Termasuk pemberian jangkrik kepada hewan peliharaan sebagai makanan. Jika dulu jangkrik diberikan pada hewan dalam bentuk tubuh yang masih utuh, kini para peternak jangkrik sudah banyak yang menjual jangkrik dalam versi tepungnya. Tepung jangkrik ini memiliki banyak manfaat jika dibandingkan dengan jangkrik utuh. Tepung jangkrik lebih mudah dicerna oleh hewan dan tidak membahayakan karena bagian kaki dan kepalanya sudah tidak ada. Selain itu kandungan protein dalam tepung jangkrik juga lebih banyak dibandingkan jangkrik utuh dengan perbandingan 1:5.

Tepung jangkrik ini juga baru populer beberapa tahun terakhir sebagai pakan berbagai jenis hewan peliharaan. Seperti burung kicau contohnya burung jalak, kenari, dan murai, ikan hias dan ternak seperti louhan, arwana, lele, bandeng, mamalia pemakan serangga seperti landak mini dan sugar glider.

Perbedaan Tepung Jangkrik Murni dan Bukan
Perbedaan Tepung Jangkrik Murni dan Bukan


Ternyata fenomena tepung jangkrik tidak hanya terjadi di Indonesia, di luar negeri pun, jangkrik juga diolah menjadi tepung. Namun fungsinya berbeda dengan tepung jangkrik yang ada di Indonesia, di luar negeri tepung jangkrik lebih digunakan sebagai tambahan makanan manusia. Meskipun terkesan tak lazim, nyatanya mereka melakukan hal ini dengan alasan yang cukup masuk akal. Protein dan nutrisi di dalam jangkrik dianggap sangat baik bagi pertumbuhan dan metabolisme tubuh manusia.

Namun dalam pembuatannya tentu saja tidak murni menggunakan jangkrik. Tepung jangkrik di luar negeri sudah dicampuri bahan – bahan tepung lain seperti gandum, jagung, dan padi atau beras. Contohnya di Amerika Serikat tepung jangkrik digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan kue di Bitty Foods dan Evo. Sedangkan di Perancis, tepung jangkrik digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan pasta. Tepung jangkrik yang digunakan tidaklah dominan, hanya sekitar 7% dari bahan total yang membuat pasta sedikit terlihat berwarna gelap.

Jika ada dua macam tepung jangkrik seperti ini, bagaimana kah cara membedakannya? Anda tentu tidak ingin tertipu ketika memberikan tepung jangkrik pada hewan peliharaan. Untuk itu, kenali cara membedakan antara tepung jangkrik murni dan tepung jangkrik campuran berikut ini.

Tepung jangkrik murni warnanya terlihat lebih gelap dan memiliki bau yang lebih menyengat, khas tepung jangkrik umumnya. Tepung ini juga lebih menarik perhatian hewan peliharaan karena aromanya dapat menggugah selera makan hewan. Tepung jangkrik murni memiliki kandungan protein dan asam amino yang sangat tinggi. Perbandingannya, protein dan asam amino dalam 1 kg tepung jangkrik, sama dengan kandungan 5 kg jangkrik hidup yang masih utuh. Selain itu tepung jangkrik murni tidak mudah basi atau kadaluarsa karena tidak ada campuran air di dalamnya, jadi dapat dipastikan tepung jangkrik murni benar – benar kering.

Sedangkan tepung jangkrik campuran, memiliki ciri – ciri yang berbanding terbalik dengan tepung jangkrik murni. Tepung jangkrik campuran ini memiliki warna yang terang dan pucat, bau khas jangkrik pun juga sudah mulai pudar karena adanya campuran dari tepung lain seperti tepung singkong, beras, jagung, atau gandum. Kandungan nutrisinya pun tentu sangat berbeda dengan tepung jangkrik murni karena memang tepung jangkrik campuran ini dibuat untuk dikonsumsi manusia. Jadi nutrisi dalam tepung jangkrik campuran sudah terkombinasi dengan nutrisi lain dan sangat baik bagi pertumbuhan tubuh manusia.

Itulah perbedaan dari tepung jangkrik murni dan campuran. Semoga Anda sudah mengerti dan dapat membedakan keduanya agar tidak tertukar jika suatu saat membeli tepung jangkrik untuk hewan peliharaan.


Sabtu, 16 April 2011

Tentang Tepung Jangkrik dan Cara Menentukan kwalitasnya

Tentang Tepung Jangkrik dan Cara Menentukan kwalitasnya


Jangkrik merupakan salah satu serangga favorit yang banyak dipilih oleh pecinta hewan sebagai bahan makanan peliharaannya. Banyak hewan peliharaan yang bisa diberi pakan jangkrik. Diantaranya burung kicau, ikan arwana, ikan louhan, ikan ternak, reptil kecil, sampai landak mini. Pemilihan jangkrik sebagai makanan utama ini bukannya tanpa alasan, kandungan nutrisi dalam tubuh jangkrik sangat baik untuk pertumbuhan dan kesehatan hewan peliharaan.

Meskipun jangkrik sangat baik bagi hewan, serangga ini juga memiliki sisi negatif jika diberikan secara langsung pada peliharaan. Beberapa bagian tubuh bisa sangat berbahaya bagi pencernaan hewan. Kakinya yang kaku dan berduri dapat dengan mudah melukai tenggorokan hewan. Jika jangkrik dimakan dalam keadaan hidup, ada kemungkinan jangkrik tersebut akan menggigit bagian pencernaan hewan. Akibatnya hewan menjadi sakit atau bahkan mati.

Oleh sebab itu, kini sudah ada solusi untuk masalah di atas, yaitu dengan mengolah jangkrik menjadi bubuk atau tepung yang disebut dengan tepung jangkrik. Kualitas tepung jangkrik juga tidak kalah dengan jangkrik utuh. Berikut penjelasannya.

Tentang Tepung Jangkrik dan Cara Menentukan kwalitasnya
Tentang Tepung Jangkrik dan Cara Menentukan kwalitasnya

Kualitas tepung jangkrik

Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi kualitas dari tepung jangkrik. Pertama yaitu kemurnian tepung. Berbicara tentang kemurnian, maka ada kaitannya dengan jumlah jangkrik yang digunakan untuk membuat tepung tersebut. Semakin banyak jangkrik yang digunakan, semakin tinggi kualitas tepung jangkrik. Selain itu banyak sedikitnya campuran tepung juga sangat mempengaruhi. Semakin sedikit campuran pada tepung jangkrik, maka semakin baik kualitas tepung tersebut.

Tepung jangkrik dengan tingkat kemurnian yang tinggi biasanya memiliki harga yang cukup mahal. Faktor yang mempengaruhi kualitas tepung jangkrik selanjutnya adalah kadar air, semakin banyak kandungan air pada tepung jangkrik, maka semakin rendah kualitas tepung jangkrik tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat keawetan tepung, karena jika kadar air terlalu tinggi, bakteri dapat dengan mudah tumbuh dan menyebabkan tepung cepat basi.

Cara melihat kandungan air pada tepung jangkrik juga tidak terlalu sulit. Anda bisa langsung melihatnya tanpa bantuan alat apa pun. Caranya cukup ambil segenggam tepung jangkrik lalu remas. Jika tepung menggumpal dan sulit terurai, maka bisa dipastikan tepung jangkrik tersebut masih mengandung kadar air.

Selain tingkat kemurnian dan kadar air, kualitas tepung jangkrik umumnya juga dipengaruhi oleh kehalusannya. Tepung yang masih ada kaki atau kepala jangkrik biasanya mempunyai harga lebih rendah daripada tepung yang halus.

Cara membuat tepung jangkrik sendiri

Jika Anda tidak mau repot – repot membeli tepung jangkrik, Anda juga bisa membuatnya sendiri. Caranya pun cukup mudah dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Berikut langkah-langkahnya.

Alat dan Bahan :

  • Blender
  • Toples
  • Wajan
  • Jangkrik yang belum bersayap (jumlah sesuai selera)

Cara membuat :

  • Sangrai jangkrik sampai warnanya kecoklatan
  • Kemudian blender jangkrik sampai berupa cincangan
  • Sangrai lagi jangkrik yang sudah berbentuk cincangan tersebut sampai benar-benar kering
  • Setelah kering, dinginkan beberapa saat lalu blender lagi sampai benar-benar halus
  • Angin-anginkan hasil blenderan yang sudah menjadi tepung selama 1-2 jam
  • Masukkan tepung ke dalam toples dan tepung siap untuk digunakan.
Nah itu dia berbagai ulasan mengenai tepung jangkrik. Semoga bisa menambah wawasan anda.


Selasa, 14 Desember 2010

Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik


Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik

Testimoni dari pembeli telur jangkrik
Testimoni dari pembeli telur jangkrik