Jumat, 27 Maret 2015

Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik

Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik
Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik
Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan yang memiliki suara yang cukup nyaring dan merdu. Hewan ini sudah digemari banyak orang sejak zaman dahulu. Di Indonesia sendiri, suara jangkrik di percaya bisa mengusir tikus. Maka tak heran kita dapat menemukan rumah – rumah yang memelihara jangkrik di Indonesia terutama daerah Jawa. Selain itu, jangkrik juga sering digunakan sebagai bahan aduan anak – anak kecil dengan suaranya yang nyaring.
Di Jepang, Cina, dan negara serumpun, suara jangkrik sangat disukai. Menurut mereka suara jangkrik amat merdu dan indah untuk dinikmati. Sedangkan di Inggris, suara jangkrik dianggap sebagai keberuntungan.

Jenis - Jenis Jangkrik

Jangkrik sendiri memiliki banyak jenis. Diantaranya jenis jangkrik gawang, jangkrik bering, jangkrik seliring, jangkrik alam, jangkrik genggong, jangkrik kalung, jangkrik madu, jangkrik jawa, dan jangkrik upo. Jangkrik gawang adalah jangkrik yang yang memiliki kepala seperti helm. Jangkrik bering adalah jangkrik yang berukuran kecil, kepala mengkilat, dan banyak ditemukan di area pepohonan dan rerumputan. Jangkrik upo merupakan jangkrik yang sering kita temui di rumah – rumah, bentuknya pipih, berwarna coklat terang (ada juga yang putih), dan memiliki antena yang sangat panjang. Jangkrik ini banyak hidup di kolong kasur, lemari, dan tumpukan pakaian.

Terakhir ada jangkrik alam, jangkrik ini merupakan jangkrik yang kita ketahui pada umumnya. Jangkrik alam memiliki badan yang agak besar (untuk ukuran jangkrik), sayap kuat dan berwarna kecoklatan mencolok, dan antena yang panjang. Jangkrik ini lah yang banyak dibiakkan untuk makanan burung dan ikan.

Dipilihnya jangkrik alam atau jangkrik madu sebagai makanan burung dan ikan hias bukannya tanpa alasan. Jangkrik alam diketahui mengandung nutrisi yang dibutuhkan hewan untuk tumbuh. Jangkrik juga dipercaya dapat membuat suara burung semakin nyaring dan merdu. Jangkrik alam banyak ditemukan di tanah – tanah yang lembab.

Namun seiring perkembangan zaman, populasi jangkrik mulai berkurang, hal ini dikarenakan habitatnya yang terganggu. Permukaan tanah sudah banyak digunakan untuk jalan, paving, dan perumahan. Oleh karena itu kebutuhan akan jangkrik sudah tidak bisa dipenuhi hanya dengan mencarinya saja di alam. Salah satu jalan untuk menyelamatkan populasi jangkrik adalah dengan beternak jangkrik.

Ternak jangkrikjuga bisa anda jadikan bisnis yang bagus. Asal sabar dan telaten, anda bisa memetik hasil dari bisnis yang satu ini. Namun sebelum mulai beternak jangkrik, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu siklus hidup jangkrik agar tidak salah langkah dalam memeliharanya nanti.

Siklus Kehidupan Jangkrik

Seperti yang kita ketahui, jangkrik merupakan serangga yang kompleks. Semua bagian tubuh jangkrik sangat berguna untuk mendukungnya bertahan hidup dan mencari makan. Contohnya jangkrik mempunyai antena yang ia gunakan untuk mendeteksi makanan. Jangkrik juga mempunyai dua cerci (ekor perasa) yang berfungsi untuk mendeteksi bahaya yang datang dari belakang.

Jangkrik termasuk serangga yang mengalami metaformosis tidak sempurna. Siklus hidup jangkrik yang hidup di daerah tropis dan non tropis tentu saja memiliki perbedaan. Selama hidupnya, jangkrik akan mengalami 7 sampai 8 kali pergantian kulit. Umur jangkrik berada pada kisaran 50 – 70 hari. Namun jarang ada jangkrik yang bisa mencapai usia maksimal karena sebagian dari mereka bisa mati sebelum 70 hari karena sakit atau terbunuh jangkrik lain.

Pada jangkrik betina, mereka akan mati setelah mereka menanamkan telur di tanah. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan singkat tentang siklus hidup jangkrik berikut ini.
  1. Anak jangkrik                                             1-15 hari
  2. Jangkrik muda                                         15 -30 hari
  3. Jangkrik dewasa                                      30-40 hari
  4. Jangkrik siap kawin                                  41-50 hari
  5. Jangkrik bertelur (betina) dan mati          50-70 hari


Nah dengan mengetahui seluk beluk di atas tentunya lebih memudahkan anda dalam membudidayakan jangkrik ini.

Selasa, 03 Februari 2015

Penetasan Telur Jangkrik dengan Metode Tabur Benih dan Tradisional/Konvensional

Penetasan Telur Jangkrik dengan Metode Tabur Benih dan Tradisional/Konvensional
Penetasan Telur Jangkrik dengan Metode Tabur Benih dan Tradisional/Konvensional
Penetasan Telur Jangkrik dengan Metode Tabur Benih dan Tradisional/Konvensional
Dalam beternak, pasti ada yang namanya pengembangbiakan, begitu pula dalam beternak jangkrik. Untuk mengembangbiakkan jangkrik, tentu saja kita harus menetaskan telur – telur jangkrik tersebut. Dan dalam proses penetasan telur jangkrik ada beberapa cara atau metode yang bisa dilakukan. Nah berikut ini penjelasannya.

A. Penetasan telur jangkrik dengan metode Konvensional/tradisional

Penetasan telur jangkrik dengan cara ini dilakukan dengan memanfaatkan kotak penangkaran dan juga tanah atau pasir sebagai media penetasan. Berikut langkah – langkahnya.
  1. Pertama siapkan dahulu kotak penangkaran jangkrik dan beri alas plastik pada bagian dasar kotak agar kotak tidak mudah kropos dan rusak
  2. Kedua, siapkan media penetasan berupa tanah atau pasir yang sudah diayak lembut. Masukkan media ini ke dalam kotak tadi sampai merata hingga ketebalannya kurang lebih 1,5 cm
  3. Masukkan dedaunan kering secukupnya ke dalam kotak. Ini bertujuan sebagai tempat jangkrik untuk bersembunyi sekaligus untuk mencari makan
  4. Setelah semua siap, masukkan beberapa jangkrik jantan dan betina dengan perbandingan 1:3 (satu jangkrik jantan berbanding 3 jangkrik betina)
  5. Beri makanan alami jangkrik secukupnya saja. Bisa berupa daun – daun muda, umbi – umbian, kacang – kacangan, dan buah – buahan yang lembab. Hal ini dilakukan agar para jangkrik khususnya induk akan selalu sehat, aktif dan banyak memproduksi telur. Dan juga jangan lupa untuk mengambil makanan jangkrik yang tersisa agar tidak membusuk dan mengotori kotak penangkaran
  6. Periksa kotak penangkaran ini secara rutin setiap hari. Perhatikan beberapa induk jangkrik di dalamnya. Jika sudah ada beberapa yang mati, itu artinya sudah ada telur jangkrik yang siap menetas di dalam tanah media penetasan
  7. Setelah sepuluh hari, ambil semua jangkrik yang masih hidup, dan pindahkan ke tempat lain
  8. Semprot tanah dengan sedikit air agar tetap lembab. Jangan sampai terlalu banjir karena dapat merusak telur. Sebelum melakukan penyemprotan, bersihkan dulu media tanah dari daun – daun kering yang masih tersisa
  9. Umumnya setelah 13 hari akan terlihat beberapa bayi jangkrik (nimfa). Jika sudah demikian, sebaiknya segera pindahkan semua jangkrik dewasa di dalam kotak penangkaran ke tempat lain. Ini dilakukan dengan tujuan agar induk jangkrik tidak memakan anak – anaknya karena jangkrik memiliki sifat kanibal.


B. Penetasan telur jangkrik dengan metode tabur benih
Selain menggunakan metode tradisional, anda juga bisa menetaskan telur jangkrik dengan metode tabur benih. Media penetasannya pun ada dua macam, bisa menggunakan tanah, atau kain.
1. Media tanah
1.  Siapkan nampan dan isi dengan tanah sampai ketebalan 1,5 cm, dan pastikan tanah tersebut dalam keadaan lembab. Anda bisa menyemprotnya dengan air kabut secukupnya
2.    Taburkan telur jangkrik di atas tanah secara merata
3.    Setelah ditabur merata, tutup rapat nampan tersebut
4.  Jaga kelembaban tanah penetasan dengan menyemprotkan kabut air setiap dua hari sekali
5.  Setelah 13 hari, akan terlihat anakan jangkrik yang sudah menetas di media penetasan.
2. Media handuk
1.   Pertama siapkan 2 sampai 3 batu bata dan rendam dalam air selama 60 menit. Kemudian hancurkan dan letakkan ke dalam kotak penetasan
2.   Ambil kain atau handuk yang memiliki serat halus, dan gelar di atas bubuk batu bata lembab tadi
3.    Taburkan telur jangkrik di atas media kain secara merata
4.    Jaga kelembabannya dengan menyemprotkan kabut air lembut pada media setiap 2 hari sekali
5.    Setelah 13 hari telur akan menetas.

Nah bagaimana, mudah bukan? Buat teman-teman, para pembudidaya jangkrik di seluruh tanah air yang ingin mencari telur jangkrik berkwalitas silahkan hubungi kami. Di bawah ini adalah kontak kami.
SMS/Telpon : 0856-5664-2692
Whatsapp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418
http://www.jualtelurjangkrik.com
Harga Rp 200.000 / kg. Kami melayani pembelian telur jangkrik ke seluruh Indonesia.


Jumat, 02 Januari 2015

Pemilihan Jangkrik Untuk Indukan dan Cara Mudah Menjodohkannya

Pemilihan Jangkrik Untuk Indukan dan Cara Mudah Menjodohkannya
Pemilihan Jangkrik Untuk Indukan dan Cara Mudah Menjodohkannya
Pemilihan Jangkrik Untuk Indukan dan Cara Mudah Menjodohkannya
Dalam proses pengembangbiakkan jangkrik, tentu saja hal yang paling penting adalah adanya kwalitas indukan. Tidak sembarangan jangkrik bisa dijadikan bibit jangkrik unggul. Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan agar bisa menghasilkan telur jangkrik yang berkualitas. Selain itu, peternak jangkrik juga harus tahu bagaimana cara menjodohkan jangkriknya agar bisa bertelur. Nah, bagi Anda yang belum tahu tentang bagaimana kriteria induk jangkrik yang bagus dan cara menjodohkannya, simak penjelasannya berikut ini.
Kriteria Induk jangkrik yang baik
1. Jantan
1.    Sayap punggungnya besar dan sehat
2.    Tubuh besar dan pendek
3.    Tidak mempunyai ovipositor
2. Betina
1.    Sayap punggungnya mengkilat dan teksturnya halus
2.    Tubuhnya panjang dan ramping
3.    Mempunyai ovipositor berwarna hitam dan kaku
Selain ciri – ciri di atas, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih indukan jangkrik antara lain :

  1. Fisik jangkrik harus dalam keadaan sehat dan kuat. Ini bisa dilihat dari aktivitas jangkrik yang lincah dan meronta ketika dipegang. Selain itu kelengkapan tubuhnya juga perlu dicek. Seperti sungut, kaki, dan ovipositor.
  2. Pilih jangkrik yang memiliki tubuh keras (kaku). Jangan memilih jangkrik yang lemas ketika dipegang. Karena itu kemungkinan jangkrik tersebut sedang sakit atau sudah terlalu tua (akan mati)
  3. Pilih jangkrik betina yang memiliki ovipositor berwarna hitam pekat dan kaku. Jangkrik dengan ovipositor berwarna cerah dan masih lemas artinya dia masih muda dan belum siap dikawinkan
  4. Pastikan umur jangkrik berada di kisaran 60 – 80 hari karena pada masa ini merupakan masa subur jangkrik
Itulah kriteria pasti indukan jangkrik yang sehat dan produktif. Namun dalam pelaksanaannya, sangat sulit menemukan jangkrik bertipe seperti ini. Umumnya jangkrik sudah tidak memiliki anggota badan yang utuh. Hal ini sering disebabkan oleh para pemburu jangkrik yang salah dalam memegang, atau jangkrik yang baru saja bertarung dengan jangkrik lain.

Cara Penjodohan jangkrik

Setelah mengetahui ciri – ciri jangkrik yang bagus untuk dijadikan indukan, kini saatnya belajar bagaimana cara menjodohkan jangkrik. Sebenarnya caranya cukup mudah namun masih banyak yang belum tahu sehingga perkawinan jangkrik sering kali mengalami kegagalan.

Perlu Anda ketahui, jangkrik hanya bisa dan mau kawin dengan spesies yang sama. Karena setiap spesies jangkrik memiliki cara berkomunikasi mereka sendiri dan tentunya hanya dimengerti oleh spesies yang sama.

Saat proses perkawinan, jangkrik jantan akan merayap dari belakang ke bagian bawah jangkrik betina dan meletakkan spermanya di dalam kantung kecil di ujung perut (abdomen) jangkrik betina. Sperma ini akan ditampung dalam perut jangkrik betina dan disini lah proses pembuahan terjadi. Selama proses pembuahan sampai telur – telur tersebut dikeluarkan ke dalam tanah, sang pejantan akan selalu menemani betina sambil terus mengeluarkan bunyi khas jangkrik.

Untuk menjodohkan jangkrik, caranya cukup mudah. Anda hanya perlu menyediakan kotak yang cukup luas dan diisi dengan tanah dengan ketebalan tertentu, kotak ini juga nantinya digunakan sebagai media penetasan. Isi kotak tersebut dengan jangkrik jantan dan betina dengan perbandingan 1:3.

Selama proses pengkawinan, selalu perhatikan kelembaban tempat penangkaran, dan juga jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan jangkrik, terutama yang betina. Beri cukup makanan seperti daun kering, umbi, kacang. Perhatikan juga kebersihan media penangkaran dengan membuang sisa makanan yang mulai membusuk agar tidak mencemari tanah.

Bila Anda sedang mencari bibit jangkrik yang berkwalitas? Silahkan hubungi kami
SMS/Telpon : 0856-5664-2692
Whatsapp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418
http://www.jualtelurjangkrik.com
Harga Rp 200.000 / kg. Kami melayani pembelian ke seluruh Indonesia.



Sabtu, 01 November 2014

Cara Memanen Jangkrik yang Benar Agar Tidak Rugi

Cara Memanen Jangkrik yang Benar Agar Tidak Rugi


Pada zaman modern ini, permintaan jangkrik semakin meningkat. Alasan inilah yang membuat beternak jangkrik menjadi bisnis dengan prospek yang cukup menjanjikan. Bisnis jangkrik tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Caranya pun tidak sulit, Anda hanya perlu sabar dalam memelihara dan merawat jangkrik – jangkrik mulai dari pembibitan sampai jangkrik siap dipanen.

Masa panen adalah waktu yang paling ditunggu oleh para peternak jangkrik. Meskipun terdengar mudah, nyatanya memanen jangkrik memiliki aturan dan cara tersendiri agar nantinya tidak menimbulkan kerugian karena jangkrik mati atau stress (sakit) yang menjadikan jangkrik tidak berkualitas. Oleh sebab itu, agar jangkrik tetap sehat dan berkualitas tinggi, ikuti tips memanen jangkrik yang baik dan benar berikut ini.

Cara Memanen Jangkrik yang Benar Agar Tidak Rugi
Cara Memanen Jangkrik yang Benar Agar Tidak Rugi


Cara memanen jangkrik yang baik dan benar

1. Waktu yang tepat untuk memanen jangkrik

Jangkrik dapat dipanen dalam 3 periode waktu. Yaitu saat jangkrik sudah dewasa, jangkrik pradewasa, dan telur jangkrik. Ketiga periode ini memiliki keuntungan sendiri – sendiri. Contohnya jika memanen jangkrik dewasa, maka keuntungannya lebih besar karena harganya lebih tinggi. Namun kerugiannya peternak harus menunggu waktu yang lebih lama agar jangkrik dewasa benar – benar siap untuk dipanen.

Kedua jangkrik pra dewasa, pada periode ini keuntungan yang didapatkan adalah waktu tunggu yang tidak terlalu lama jika dibandingkan pemanenan jangkrik dewasa. Terakhir panen periode saat masih berupa telur. Keuntungan periode ini adalah waktunya yang begitu cepat karena tidak perlu menunggu jangkrik menetas.

Untuk estimasi waktu, jangkrik dewasa baru bisa dipanen saat usianya berada di kisaran 50 sampai 60 hari. Sedangkan jangkrik pra dewasa, dapat dipanen saat usia mereka menginjak antara 40 sampai 50 hari. Ciri – ciri utama jangkrik yang sudah siap panen adalah sayapnya yang sudah mengembang dan berfungsi dengan baik.

Untuk telur jangkrik, bisa dipanen dua hari sekali sejak indukan mereka mati. Telur ini umumnya dipanen untuk dijual sebagai bibit jangkrik.

2. Langkah memanen jangkrik

Cara panen jangkrik yang salah dapat menyebabkan jangkrik stres dan sakit. Akibatnya mutu dan kualitas jangkrik menurun sehingga sulit ketika dipasarkan nantinya. Oleh karena itu berhati – hatilah ketika memanen jangkrik. 

Caranya  cukup mudah. Tangkap jangkrik dari penangkaran satu persatu. Jangan terlalu menekan jangkrik tersebut ketika menangkapnya karena hal ini dapat membuat jangkrik sakit. Setelah itu masukkan jangkrik tersebut pada wadah yang telah disediakan (sediakan bekas tempat telur dan makanan jangkrik). Usahakan meletakkan jangkrik dalam wadah sesuai ukuran jangkrik tersebut. 

Cara ini dapat digunakan untuk memanen jangkrik dewasa maupun pra dewasa.
Untuk telur jangkrik, caranya ambil pasir berisi telur kemudian letakkan di atas saringan, setelah itu siram air secara perlahan untuk menyaring pasir. Setelah hanya tersisa telurnya, tumpahkan telur tersebut pada kain putih bersih dan lalu bungkus dengan kapasitas tertentu.

3. Penangkaran sementara jangkrik sebelum dipasarkan

Jangkrik yang sudah dipanen belum tentu bisa langsung dipasarkan. Untuk itu, jangkrik harus ditangkar terlebih dahulu. Untuk jangkrik dewasa dan pra dewasa, Anda bisa meletakkannya di dalam kotak berukuran 60 x 60 cm. Sedangkan untuk telur, Anda bisa menaruhnya pada kain putih yang di atasnya sudah diberi pasir dengan kelembaban tertentu.


Itu dia langkah dan tips memanen jangkrik dengan benar. Perhatikan setiap poin di atas agar usaha ternak jangkrik Anda berhasil, semoga bermanfaat.

Rabu, 16 Juli 2014

Peneluran Jangkrik Menggunakan Media Pasir dan Kain Kasa

Peneluran Jangkrik Menggunakan Media Pasir dan Kain Kasa

Mengembangbiakkan jangkrik dapat dilakukan dengan beberapa macam cara. Diantaranya yang paling banyak diterapkan adalah dengan menggunakan media pasir dan kain kasa. Kedua cara ini sama seringnya digunakan oleh para peternak jangkrik karena cukup mudah dilakukan dan tidak memerlukan ongkos yang mahal. Dalam artikel di bawah ini, akan diulas mengenai cara peneluran jangkrik dengan media pasir dan kain kasa.

Peneluran Jangkrik Menggunakan Media Pasir dan Kain Kasa
Peneluran Jangkrik Menggunakan Media Pasir dan Kain Kasa

Peneluran Jangkrik Menggunakan Media Pasir

Dimulai dari peneluran dengan media pasir, yang harus dipastikan adalah pasir atau tanah yang dipakai sebagai tempat menelurkan jangkrik harus bersih. Ayak pasir terlebih dahulu dan jemur selama 2-3 hari sebelum pasir diletakkan di kotak penangkaran. Masukkan induk jangkrik yang siap bertelur dengan perbandingan jangkrik betina dan jangkrik jantan 3:1. Tiga jangkrik betina akan dikawinkan dengan satu jangkrik jantan. Isilah kotak penangkaran dengan daun-daun kering seperti daun pisang, daun tebu atau daun jati. Daun-daun itu berfungsu sebagai tempat bersembunyi dan berlindung induk jangkrik. 

Setelah kotak penangkaran berisi induk jangkrik dan daun kering, masukkan nampan plastik berisi pasir halus yang telah bersih dan kering di tengah-tengah kotak. Jagalah kelembapan pasir dengan cara disemprot spray setiap 2 hari. Langkah selanjutnya adalah mengamati setiap 2 atau 3 hari apakah telur-telur jangkrik sudah menetas di dalam nampan plastik dan mengganti nampan berisi pasir dengan yang baru bila telur tampak penuh. Pengecekan ini dilalukan sembari menyortir induk jangkrik yang mati di dalam kotak penangkaran.

Peneluran jangkrik ini terus dilakukan sampai nampan berisi telur jangkrik dan induk jangkrik makin sedikit. Bila perlu, tambahkan induk jangkrik baru di hari ke-8 agar dapat dihasilkan telur jangkrik yang lebih banyak untuk ditetaskan. Lakukan sampai dirasa telah diperoleh cukup banyak telur untuk ditetaskan.

Peneluran Jangkrik Menggunakan Media Kain Kasa

Bagi peternak yang ingin memproduksi telur jangkrik dalam skala besar, media kain kasa atau handuk sangat tepat diterapkan karena dapat memprodusi telur jangkrik lebih banyak ketimbang media pasir. Keuntungan lainnya adalah telur-telur jangkrik yang dihasilkan bersih dari noda pasir dan tanah sehingga dapat langsung ditimbang untuk dijual.

Secara umum, langkah-langkah menelurkan jangkrik menggunakan media kain kasa ini hampir sama dengan menggunakan media pasir. Bedanya adalah nampan plastik yang dimasukkan ke tengah-tengah kotak penangkaran yang telah diisi dengan daun-daun kering berisi kain kasa yang telah dilipat berbentuk segi empat. Kemudian kain kasa itu disemprot dengan spray dan dibalut kain kasa lain di bagian luar nampan agar posisi kain kasa tidak rusak saat digunakan induk jangkrik untuk bertelur. 

Jika menggunakan media kain kasa, peternak harus lebih sering mengamati kondisi nampan plastik berisi kain kasa. Pastikan kain kasa selalu dalam keadaan lembab, oleh karena itu selalu siaplah spray berisi semprotan kabut atau embun untuk melembabkan kain kasa. 

Induk jangkrik yang telah dikawinkan dengan jangkrik jantan akan menempati media kain kasa itu untuk bertelur. Karena lebih lembut dan lembab, induk jangkrik akan mengeluarkan telur lebih banyak pada media kain kasa tersebut. Bila telur-telur jangkrik yang dihasilkan sudah cukup banyak, gantilah nampan plastik berisi media kain kasa dengan yang baru. Ambil nampan plastik yang sudah penuh berisi telur-telur jangkrik dan lepaskan balutan kain kasa di sekitar nampan untuk memudahkan pengambilan telur jangkrik. Ketok-ketokkan nampan berisi kain kasa ke piring atau wadah lain untuk menampung telur-telur jangkrik yang siap ditimbang dan dijual. 


Nah itu dia cara peneluran jangkrik menggunakan media pasir dan media kain kasa. Selamat mencoba dan semoga anda bisa sukses dalam bisnis budidaya jangkrik ini.

Selasa, 04 Februari 2014

Tips Bagi Peternak yang Ingin Memasarkan Jangkrik

Tips Bagi Peternak yang Ingin Memasarkan Jangkrik

Dalam suatu usaha, pasti tujuan terakhirnya yaitu pemasaran. Tahap ini adalah tahap yang paling krusial agar usaha bisa mendapatkan hasil, termasuk pada usaha ternak jangkrik. Setelah sekian lama melakukan serangkaian ternak jangkrik dari pembibitan hingga jangkrik dewasa, datanglah masa panen jangkrik dimana jangkrik – jangkrik siap untuk diambil dan dipasarkan.

Dalam memasarkan jangkrik, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan karena memasarkan jangkrik bisa dibilang gampang – gampang susah. Pemasaran jangkrik juga tergantung oleh lingkungan daerah tempat tinggal peternak. Jika di kota tersebut banyak pecinta hewan (khususnya pemakan serangga) maka jangkrik akan mudah dipasarkan. Sebaliknya, jika di kota tersebut jarang terdapat pecinta hewan, maka untuk memasarkannya butuh sedikit kerja keras. Berikut beberapa cara untuk memasarkan jangkrik yang bisa anda coba.

Tips Bagi Peternak yang Ingin Memasarkan Jangkrik
Tips Bagi Peternak yang Ingin Memasarkan Jangkrik

Cara memasarkan jangkrik bagi para peternak

1. Memasarkan ke toko burung dan makanan hewan

Salah satu cara yang cukup efektif untuk memasarkan jangkrik adalah dengan menjualnya ke toko – toko hewan, khususnya toko burung. Di setiap kota pasti ada toko hewan yang berdiri dan tentunya di dalamnya pasti dijual pakan hewan. Nah, disini lah peluang anda untuk coba memasukkan produk jangkrik anda. Terlebih jika toko tersebut masih baru, maka peluang anda untuk menjadi supplier tetapnya sangat terbuka lebar karena toko tersebut belum dimasuki supplier lain.

Saat memasarkan ke toko – toko seperti ini, anda harus pandai memastikan bahwa kualitas jangkrik – jangkrik anda benar – benar bagus dan dipelihara dengan sehat. Pasang harga yang bersaing agar produk anda bisa diterima dengan baik. Jika beruntung dan diterima, sebaiknya jalin komunikasi yang baik dengan pemilik toko agar anda dipercaya sebagai supplier tetap toko tersebut.

2. Menjual atau bekerja sama dengan pengepul

Bekerja sama dengan pengepul jangkrik juga bisa anda lakukan untuk memasarkan jangkrik ternak anda. Namun bekerja sama dengan pengepul ini juga memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Kerugiannya jangkrik – jangkrik anda akan dibeli dengan harga murah (lebih rendah dari harga pasar). Sedangkan keuntungannya, anda akan disupplai bibit jangkrik untuk diternak, karena memang umumnya pengepul jangkrik akan menjual bibit jangkrik dengan harga murah untuk diternak nantinya.

Cara ini tergolong mudah karena anda tidak perlu repot – repot untuk memasarkannya ke tempat lain karena jangkrik sudah dipasarkan oleh pengepul. Namun cara ini tidak direkomendasikan karena selain keuntungan yang didapatkan sedikit, peluang anda untuk menjadi supplier toko akan tertutup karena kemungkinan toko sudah disuplai pengepul anda.

3. Membuka toko sendiri

Jika rumah atau tempat ternak jangkrik anda strategis, membuka toko sendiri merupakan pilihan yang bagus. Dengan membuka toko, keuntungan yang anda dapatkan bisa maksimal karena anda dapat menentukan harga sendiri, namun usahakan tetap bersaing. Jangan lupa untuk selalu mempromosikan toko anda agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

4. Menjual di Koperasi

Cara terakhir yang dapat anda ambil untuk memasarkan jangkrik adalah dengan menjualnya di Koperasi Peternak dan Pedagang Jangkrik Indonesia atau yang disingkat KOPPJI. Harga jangkrik disini juga tidak berbeda dengan harga di pasaran jadi anda tidak perlu khawatir. Namun sebelum menjual jangkrik di KOPPJI, anda harus terdaftar dahulu sebagai anggota KOPPJI. Sayangnya koperasi ini tidak ada di seluruh kota, hanya di beberapa kota besar saja. Tapi seiring berjalannya waktu kemungkinan KOPPJI akan hadir di kota – kota kecil di Indonesia.

Sekian tips cara memasarkan jangkrik yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat.