Kamis, 29 September 2016

Ingin Sukses Dalam Beternak Jangkrik? Ikuti Tips Berikut Ini


 
Ingin Sukses Dalam Beternak Jangkrik? Ikuti Tips Berikut Ini
Ingin Sukses Dalam Beternak Jangkrik? Ikuti Tips Berikut Ini


Kebutuhan jangkrik yang semakin meningkat tiap tahunnya dengan ketersediaan jangkrik di alam liar yang semakin menipis, ditambah jumlah pemasok jangkrik yang terbatas tentu menimbulkan permasalahan baru bagi penyedia pakan burung.

Karena itulah, budidaya jangkrik kini mulai dilirik oleh banyak kalangan mengingat pasarnya yang masih terbuka lebar. Belum lagi menurut pengalaman para peternak jangkrik, keuntungan yang bisa didapatkan dari ternak jangkrik bisa mencapai Rp. 5 jutaan tiap bulannya. Tentu hal ini semakin membuat bisnis ini terlihat menggiurkan.

Namun, meskipun terbilang mudah dan menjanjikan keuntungan yang besar, budidaya jangkrik tentu memiliki kendala tersendiri yang bisa membuat peternak jangkrik mengalami kerugian. Nah berikut ini ada beberapa tips sukses beternak jangkrik yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kerugian.

Tips Sukses Beternak jangkrik

1.    Memilih lokasi kandang yang sesuai dengan karakter jangkrik.

Dalam bisnis apapun, lokasi memiliki peranan penting begitu juga dalam bisnis beternakjangkrik. Terkadang salah pemilihan lokasi penempatan kandang jangkrik bisa menghambat perkembangan jangkrik yang akhirnya membuat jangkrik banyak yang mati.

Oleh sebab itu, pilih lokasi yang sesuai dengan karakter jangkrik dan mirip dengan habitat aslinya di alam. Anda bisa memilih lokasi pembiakan di sekitar rumah atau bila memungkinkan sediakan ruangan yang kosong khusus untuk budidaya jangkrik.

Yang paling penting pastikan bahwa ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang bagus, tidak bocor, tidak terkena sinar matahari langsung tapi juga tidak terlalu lembab, jauh dari keramaian dan kering.

2.    Memilih Indukan yang sehat

Selain faktor lokasi, faktor indukan juga mempengaruhi perkembangan jangkrik. Ketika memulai usaha jangkrik, jika memungkinkan pilihlah indukan yang ditangkap dari alam. Indukan seperti ini biasanya terkenal sehat dan agresif.

Tapi, jika indukan alami sulit didapatkan, Anda masih bisa memilih indukan yang dibiakkan asal memiliki kondisi yang sehat dan tidak cacat.

3.    Perhatikan nutrisi jangkrik

Tips selanjutnya yakni memperhatikan nutrisi jangkrik terutama bagi jangkrik yang baru menetas. Jangkrik terkenal memiliki sifat kanibal atau sering memakan anakan yang lemah jika kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi.

Oleh sebab itu, cukupi kebutuhan nutrisi jangkrik dengan memberi pakan voor, sayuran, daun-daunan atau singkong secara bergantian dan jangan sampai terlambat memberi makan jangkrik.

4.    Hindarkan dari binatang pemangsa jangkrik

Salah satu kendala beternak jangkrik adalah adanya hama yang menyerang jangkrik seperti tikus, ular, cicak, katak, semut dan serangga lainnya.

Oleh sebab itu, ketika membangun kandang jangkrik, jangan lupa lumuri kaki-kaki kandang dengan oli atau minyak untuk mencegah hewan-hewan tersebut mendekati kandang jangkrik. Selain itu, bila Anda juga memelihara ayam, letakkan kandang jangkrik berjauhan dari kandang ayam.

5.    Ganti pakan secara berkala

Pakan maupun tempat persembunyian jangkrik seperti daun-daunan yang sudah berjamur harus segera dibuang dan ganti dengan yang baru agar tidak menjadi tempat bertumbuhnya jamur.

6.    Jangan menyerah bila mengalami kegagalan

Tips sukses beternak jangkrik yang terakhir adalah jangan menyerah. Jika semua tips di atas telah Anda lakukan tapi tetap saja mengalami kerugian, jangan langsung menyerah.

Teruslah belajar dari kesalahan, perbaiki kekurangan yang ada, banyak bertanya dengan peternak jangkrik yang sudah berpengalaman dan bersabar, niscaya kesuksesan bisa Anda raih. Itulah beberapa tips sukses beternak jangkrik yang bisa Anda terapkan ketika memulai beternak jangkrik secara mandiri.

Buat pembaca yang ingin budidaya jangkrik, dan mencari bibit yang berkwalitas, silahkan hubungi kami.

SMS/Telpon : 0856-5664-2692
Whatsapp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418
http://www.jualtelurjangkrik.com



Sabtu, 10 September 2016

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik Harga Rp 200.000 / kg cara pembelian sms 0856-5664-2692 atau BBM D1C76418 Tags : ternak jangkrik, budidaya jangkrik, cara ternak jangkrik, cara beternak jangkrik, cara budidaya jangkrik

HARGA TELUR JANGKRIK ALAM/SELIRING/MADU
RP. 200.000,- /KG
PROMO GRATIS ONGKOS KIRIM SE INDONESIA

UNTUK HARGA TELUR JANGKRIK KALUNG / GENGGONG
RP 150.000,- /KG
- BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM

hallo sahabat kicau mania, kali ini kita akan membahas jenis jangkrik untuk pakan burung berkicau. saat ini dipasaran ada 2 jenis jangkrik yang dijual di kios-kios pakan burung yaitu jenis jangkrik kalung/genggong/broile dan jenis jangkrik alam/madu/seliring/bering. apa sih beda nya.

Lihat foto nya dibawah ini, yang warna agak coklat jenis jangkrik alam/madu/seliring/bering sedangkan yang warna hitam besar jenis jangkrik kalung/genggong/broile.

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik


Dari keduanya sih memang sama-sama jenis jangkrik untuk pakan burung, tapi keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing.

Kekurangan dan kelebihan jangkrik kalung/genggong/broile
1. Harga nya lebih murah di pasar selisih sekitas 10-20rb per kg nya dari jangkrik madu
2. jangkrik kalung mempunyai ukuran yg sangat besar sehingga mengandung banyak air
3. jangkrik genggong mudah mati dan busuk
4. kandungan protein nya lebih sedikit daripada jangkrik madu/alam


Kekurangan dan kelebihan angkrik alam/madu/seliring/bering
1. Jenis jangkrik ini lebih mahal dipasaran dari pada jangkrik kalung ( jadi sangat bagus untuk anda yg mau usaha budidaya jangkrik memilih jenis jangkrik ini )
2. Kandungan air yang terdapat dalam tubuh jangkrik ini sangat sedikit jadi sangat disukai burung berkicau.
3. Ukuran jangkrik seliring agak kecilan, dan bisa langsung sekali lahap burung tanpa harus di potong2.
4. jangkrik madu daya tahan hidup nya kuat, biasa di kios pakan burung kuat bertahan sampai 1 minggu

Oke, dari kesimpulan diatas jelas jangkrik alam/madu lebih bagus, jadi jika anda ini bisnis budidaya jangkrik sebaiknya memilih jangkrik alam. Jangkrik alam/madu juga sangat laku sekali di semua daerah di indonesia karena para pecinta burung berkicau sudah paham dan mengerti perbedaan dari jenis jangkrik yang mereka berikan pada burung kesayangan nya.
jual telur jangkrik alam madu kalung genggong
jual telur jangkrik alam madu kalung genggong


Saya MULYONO JURAGAN TELUR JANGKRIK,
Bisa mensupplay bibit/telur jangkrik alam keseluruh wilayah indonesia dengan harga bersahabat. Hanya Rp 200.000 / per kg (harga bisa naik turun ya, tapi kita tetap berusaha untuk menstabilkan harga telur jangkrik)
Silahkan Hubungi Kami
Website http://www.jualtelurjangkrik.com
SMS/Telpon : 0856-5664-2692
Whatsapp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418

HARGA TELUR JANGKRIK ALAM/SELIRING/MADU
RP. 200.000,- /KG
- PROMO GRATIS ONGKOS KIRIM SE INDONESIA

UNTUK HARGA TELUR JANGKRIK KALUNG / GENGGONG
RP 150.000,- /KG
- BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM

Facebook pribadi saya dialamat ini : https://www.facebook.com/MulyonoJuraganTelurJangkrik/
Silahkan konsultasi dulu sebelum membeli, atau sekedar tanya tanya juga boleh.

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik
Jual Telur Jangkrik Untuk Bibit Usaha Ternak Jangkrik

Kamis, 23 April 2015

Kotak Penetasan, Kotak Pembesaran, dan Kotak Penangkaran Jangkrik

Kotak Penetasan, Kotak Pembesaran, dan Kotak Penangkaran Jangkrik
Kotak Penetasan, Kotak Pembesaran, dan Kotak Penangkaran Jangkrik
Kotak Penetasan, Kotak Pembesaran, dan Kotak Penangkaran Jangkrik
Dalam beternak jangkrik, tentu saja dibutuhkan kotak – kotak penampungan yang digunakan untuk memelihara jangkrik. Kotak ini pun harus dibedakan antara penetasan, pembesaran dan penangkarannya. Karena kalau semuanya disatukan, pengembangbiakan jangkrik akan gagal karena jangkrik memiliki sifat kanibalisme dimana jangkrik besar bisa memakan jangkrik yang lebih kecil.

Untuk membuat kotak penetasan ini juga tidaklah susah. Anda hanya cukup menyediakan media pengembang biakan dan makanan yang dibutuhkan untuk jangkrik. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

1. Kotak penetasan jangkrik
Kotak penetasan jangkrik adalah kotak yang digunakan untuk menetaskan telur – telur jangkrik yang diproduksi oleh induk jangkrik. Dalam proses penelurannya, anda bisa menggunakan metode tradisional dengan langsung mengawinkan jangkrik di dalam kotak, atau bisa juga dengan metode tabur.

Dalam kotak penetasan ini, usahakan untuk membuatnya dalam ukuran besar. Sekiranya bisa menampung hingga 80000 jangkrik. Sterilkan dari gangguan serangga lain terutama semut yang suka memakan telur jangkrik.

Selama proses penetasan, selalu perhatikan kelembaban dan suhu media dalam kotak penetasan. Saat media mulai mengering, semprot dengan kabut air secara lembut. Kelembaban yang dibutuhkan bagi telur jangkrik agar menetas adalah 65-80%, sedangkan suhunya antara 24-26%. (Cara terbaru : anda bungkus telur jangkrik dengan kain dan taruh didalam kotak kandang jangkrik untuk menjaga kelembaban telur sehingga hasil penetasan nya maksimal)

2. Kotak pembesaran
Setelah telur – telur jangkrik menetas, tentunya anak jangkri tersebut perlu dibesarkan. Nah, untuk membesarkannya, kita memerlukan kotak tersendiri atau yang biasa disebut dengan kotak pembesaran.

Untuk kotak pembesaran, sebaiknya buat beberapa kotak untuk diisi jangkrik sesuai umurnya. Jadi setiap jangkrik mencapai umur tertentu, mereka akan dipindahkan ke kotak yang lebih besar. Hal ini bertujuan agar jangkrik yang besar tidak memakan saudaranya yang lebih kecil.

Idealnya, kotak pembesaran paling tidak memiliki lebar 240 cm, panjang 120 cm, dan tinggi 100 cm. Dengan ukuran ini, kotak bisa menampung 70000 hingga 100000 ekor jangkrik. (kalau dikalkulasi 1000 ekor sama dengan 1 kg)

Jangkrik yang disimpan di kotak pembesarannya ini sebaiknya jangkrik yang berusia di bawah 30 hari. Di atas itu, jangkrik harus segera dipindahkan ke kotak penangkaran lebih luas dan dengan ventilasi udara lebih lebar. Jangan lupa juga untuk selalu memberi asupan makanan yang cukup pada kotak pembesaran karena anak jangkrik rawan mati jika sedang kelaparan.

3. Kotak Penangkaran
Kotak penangkaran adalah tempat dimana jangkrik ditangkar dan dipelihara sebelum dijual atau diberikan pada hewan peliharaan. Untuk kotak ini, sebenarnya cukup fleksibel. Tidak ada aturan baku tentang ukuran, dan sebagainya. Yang penting luas dan cukup untuk memelihara banyak jangkrik, dan juga memiliki ventilasi yang lebar bagi jangkrik.

Desainnya pun bisa disesuaikan dengan selera dan ekonomi anda. Ada kotak yang disusun secara horizontal, bertingkat, atau pun berjajar. Anda juga bisa mendesain kotak penangkaran ini agar mudah dipindahkan.

Ada pun bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat kotak penangkaran antara lain kayu dengan ketebalan tertentu, papan triplek, kasa strimin (untuk ventilasi), kayu usuk, paku triples, oli bekas atau bisa juga menggunakan minyak tanah, cawan (untuk wadah oli).

Untuk membuatnya, anda memerlukan peralatan sebagai berikut, Gergaji untuk memotong kayu dan tripleks sesuai ukuran, meteran untuk mengukur kayu, triplek, serta kasa, penggaris untuk membuat sketsa pemotongan pada kayu dan triplek, palu, gunting untuk memotong kasa, pensil atau spidol untuk memberi tanda pada kayu dan triplek.


Jumat, 27 Maret 2015

Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik

Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik
Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik
Jenis – jenis dan Siklus Hidup Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan yang memiliki suara yang cukup nyaring dan merdu. Hewan ini sudah digemari banyak orang sejak zaman dahulu. Di Indonesia sendiri, suara jangkrik di percaya bisa mengusir tikus. Maka tak heran kita dapat menemukan rumah – rumah yang memelihara jangkrik di Indonesia terutama daerah Jawa. Selain itu, jangkrik juga sering digunakan sebagai bahan aduan anak – anak kecil dengan suaranya yang nyaring.
Di Jepang, Cina, dan negara serumpun, suara jangkrik sangat disukai. Menurut mereka suara jangkrik amat merdu dan indah untuk dinikmati. Sedangkan di Inggris, suara jangkrik dianggap sebagai keberuntungan.

Jenis - Jenis Jangkrik

Jangkrik sendiri memiliki banyak jenis. Diantaranya jenis jangkrik gawang, jangkrik bering, jangkrik seliring, jangkrik alam, jangkrik genggong, jangkrik kalung, jangkrik madu, jangkrik jawa, dan jangkrik upo. Jangkrik gawang adalah jangkrik yang yang memiliki kepala seperti helm. Jangkrik bering adalah jangkrik yang berukuran kecil, kepala mengkilat, dan banyak ditemukan di area pepohonan dan rerumputan. Jangkrik upo merupakan jangkrik yang sering kita temui di rumah – rumah, bentuknya pipih, berwarna coklat terang (ada juga yang putih), dan memiliki antena yang sangat panjang. Jangkrik ini banyak hidup di kolong kasur, lemari, dan tumpukan pakaian.

Terakhir ada jangkrik alam, jangkrik ini merupakan jangkrik yang kita ketahui pada umumnya. Jangkrik alam memiliki badan yang agak besar (untuk ukuran jangkrik), sayap kuat dan berwarna kecoklatan mencolok, dan antena yang panjang. Jangkrik ini lah yang banyak dibiakkan untuk makanan burung dan ikan.

Dipilihnya jangkrik alam atau jangkrik madu sebagai makanan burung dan ikan hias bukannya tanpa alasan. Jangkrik alam diketahui mengandung nutrisi yang dibutuhkan hewan untuk tumbuh. Jangkrik juga dipercaya dapat membuat suara burung semakin nyaring dan merdu. Jangkrik alam banyak ditemukan di tanah – tanah yang lembab.

Namun seiring perkembangan zaman, populasi jangkrik mulai berkurang, hal ini dikarenakan habitatnya yang terganggu. Permukaan tanah sudah banyak digunakan untuk jalan, paving, dan perumahan. Oleh karena itu kebutuhan akan jangkrik sudah tidak bisa dipenuhi hanya dengan mencarinya saja di alam. Salah satu jalan untuk menyelamatkan populasi jangkrik adalah dengan beternak jangkrik.

Ternak jangkrikjuga bisa anda jadikan bisnis yang bagus. Asal sabar dan telaten, anda bisa memetik hasil dari bisnis yang satu ini. Namun sebelum mulai beternak jangkrik, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu siklus hidup jangkrik agar tidak salah langkah dalam memeliharanya nanti.

Siklus Kehidupan Jangkrik

Seperti yang kita ketahui, jangkrik merupakan serangga yang kompleks. Semua bagian tubuh jangkrik sangat berguna untuk mendukungnya bertahan hidup dan mencari makan. Contohnya jangkrik mempunyai antena yang ia gunakan untuk mendeteksi makanan. Jangkrik juga mempunyai dua cerci (ekor perasa) yang berfungsi untuk mendeteksi bahaya yang datang dari belakang.

Jangkrik termasuk serangga yang mengalami metaformosis tidak sempurna. Siklus hidup jangkrik yang hidup di daerah tropis dan non tropis tentu saja memiliki perbedaan. Selama hidupnya, jangkrik akan mengalami 7 sampai 8 kali pergantian kulit. Umur jangkrik berada pada kisaran 50 – 70 hari. Namun jarang ada jangkrik yang bisa mencapai usia maksimal karena sebagian dari mereka bisa mati sebelum 70 hari karena sakit atau terbunuh jangkrik lain.

Pada jangkrik betina, mereka akan mati setelah mereka menanamkan telur di tanah. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan singkat tentang siklus hidup jangkrik berikut ini.
  1. Anak jangkrik                                             1-15 hari
  2. Jangkrik muda                                         15 -30 hari
  3. Jangkrik dewasa                                      30-40 hari
  4. Jangkrik siap kawin                                  41-50 hari
  5. Jangkrik bertelur (betina) dan mati          50-70 hari


Nah dengan mengetahui seluk beluk di atas tentunya lebih memudahkan anda dalam membudidayakan jangkrik ini.